Berbagai universitas 'papan atas' di Inggris ternyata semakin eksklusif dalam kurun waktu beberapa dekade terakhir. Para mahasiswa yang berlajar di universitas ini kebanyakan berasal dari latar belakang sosial tertentu.
Laporan dengan judul 'Pendidikan
Tinggi: Tantangan akses masuk yang adil' ini berfokus pada 24
universitas top yang disebut Russell Group dan dikenal sebagai
universitas yang paling sulit untuk dimasuki.
Dilansir oleh lembaga yang mendukung mobilitas
sosial di Inggris yaitu Social Mobility Commission, laporan ini
mengatakan bahwa mahasiswa yang berasal dari sekolah negeri dan belajar
di 24 universitas unggulan pada tahun ajaran 2011/2012 menurun
dibandingkan satu dekade sebelumnya.
Universitas yang tergabung di Russel Group
memiliki fasilitas belajar dan penelitian yang dinilai paling baik di
Inggris. Beberapa diantaranya yaitu University of Cambridge, University
of Birmingham, dan Queen's University Belfast.
Universitas unggulan ini memang menambah hampir
sebanyak 2.900 tempat bagi para mahasiswa, namun hampir separuh tempat
itu diisi oleh mahasiswa yang berasal dari sekolah swasta yang lebih
mahal.
Laporan tersebut menyatakan bahwa jumlah
mahasiswa yang berasal dari sekolah negeri dan diterima di universitas
unggulan terlihat berkurang. Satu alasan yang memungkinkan hal ini
terjadi adalah karena para mahasiswa dengan nilai yang memenuhi syarat
memilih tidak mendaftar pada universitas ini.
Kesempatan yang adil
Pimpinan lembaga tersebut, Alan Milburn,
mengatakan berbeda dengan seluruh universitas yang pada tahun ajaran
2002/2003 dinilai cukup "representatif secara sosial," kini
universitas-universitas yang unggulan ini lebih "eksklusif secara
sosial."
Sementara itu, jumlah mahasiswa dengan latar belakang keluarga kurang beruntung juga turun sebanyak 0,9%.
Laporan ini merekomendasikan agar universitas
membuat suatu target statistik yang jelas untuk bisa memperluas
partisipasi siswa kurang mampu dalam dunia pendidikan.
Selain itu, mereka juga meminta universitas agar menawarkan beban biaya lebih rendah untuk murid dari sekolah negeri.
Milburn mengatakan: "Aksi saling tuding dimana
universitas menyalahkan sekolah, sekolah menyalahkan orang tua dan semua
orang pada akhirnya menyalahkan pemerintah harus dihentikan."
Menteri Universitas dan Ilmu Pengetahuan Inggris
David Willetts mengatakan pendidikan di universitas seharusnya didasari
oleh kemampuan para mahasiswa dan bukannya dari mana mereka berasal.
"Untuk menjamin bahwa kekuatiran finansial tidak
mengurungkan niat belajar para mahasiswa, kami meningkatkan anggaran
untuk membantu biaya hidup mereka, mengembangkan sistem pinjaman
mahasiswa yang lebih progresif dan menambah bantuan bagi pelajar paruh
waktu."
"Kami berkomitmen untuk mendukung mobilitas
sosial dan senang bahwa tahun ini pendaftar universitas dari keluarga
tidak mampu mencapai titik tertingginya."

Tidak ada komentar:
Posting Komentar