Organisasi Buruh Internasional (ILO) mengatakan
jutaan anak di seluruh dunia melakukan pekerjaan rumah tangga yang
sering kali berbahaya dan berada di ambang perbudakan.
Dalam laporan yang diterbitkan bertepatan dengan
Hari Dunia Menentang Buruh Anak pada 12 Juni, ILO mengatakan saat ini
diperkirakan terdapat 10,5 juta anak di seluruh dunia yang mengalami
kondisi itu.
Tidak seperti anggota keluarga
"Anak bekerja, tetapi tidak dianggap sebagai pekerja, dan meskipun ia tinggal di lingkungan rumah tangga, ia tidak diperlakukan sebagaimana layaknya anggota keluarga." (ILO)
"Anak bekerja, tetapi tidak dianggap sebagai pekerja, dan meskipun ia tinggal di lingkungan rumah tangga, ia tidak diperlakukan sebagaimana layaknya anggota keluarga," laporan ILO.
Wartawan BBC di Jenewa, Imogen Foulkes, melaporkan sekitar 71% dari 10,5 juta pekerja anak di seluruh dunia adalah anak perempuan.
Di antara pekerjaan yang dilakukan pekerja anak di rumah tangga adalah membersihkan rumah, memasak, merawat halaman, mengambil air dari mata air, merawat anak atau orang tua.
Mereka, lapor Imogen Foulkes, masih berusia di bawah 14 tahun, tidak dibayar atau pekerja dengan kondisi tidak memadai dan tidak mempunyai akses pendidikan.
(sumber BBC Indonesia)
(sumber BBC Indonesia)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar