Usaha perenang jarak jauh asal Australia, Chloe
McCardel, untuk jadi orang pertama yang berhasil merenangi Selat
Florida dari Kuba ke Florida, Amerika Serikat, tanpa pelindung ikan hiu
berakhir setelah ubur-ubur menyengatnya.
Setelah berenang selama 11 jam, sengatan yang
"melemahkan" itu memaksanya untuk tidak menyelesaikan total keseluruhan
jarak renang sejauh 166 km, kata tim pendukungnya.
Atlet itu diperkirakan perlu waktu 24 jam untuk pulih dari cedera parahnya. Sebelumnya McCardel mengatakan bahwa perenangan itu adalah "yang tersulit di dunia saat ini."Ia berharap bisa menyelesaikan sisa jarak renangnya dalam waktu 60 jam ke depan
Tim McCardel mengatakan pada Rabu (12/06) malam bahwa ia sudah dibawa ke perahu perawatan yang berlayar ke daerah Key West. Kegagalan ini berjarak satu tahun setelah sebelumnya perenang Amerika Diana Nyad juga telah mencoba sebanyak empat kali. Perenang berusia 28 tahun ini disengat ubur-ubur beberapa kali di wajah dan diterpa gelombang serta arus yang kuat.
"Itu adalah malam yang berat bagi Chloe
McCardel, ia perenang yang hebat dan bersemangat tinggi," tulis Nyad
dalam akun Facebooknya.
"Saya ucapkan selamat kepadanya karena telah
menghabiskan berbulan-bulan dalam latihan dan berani terjun ke perairan
yang berbahaya itu."
McCardel memulai renangnya dari Dermaga Hemingway di Havana pada pukul 10:00 waktu setempat (14:00 GMT).
Atlet asal Melbourne itu telah berenang sejauh
sekitar 19km pada Rabu malam dengan diawasi oleh para pelatih dan dokter
dari atas perahu.
Berbicara dalam konferensi pers pada hari Selasa
(12/06) lalu McCardel mengatakan bahwa ia telah menjalani latihan
renang selama enam bulan ini dan menghabiskan banyak waktu untuk
"menganalisis berbagai alasan dan kesalahan" yang telah membuat perenang
lain sebelumnya gagal.
(sumber: BBC Indonesia)
Sebelumnya McCardel mengatakan bahwa perenangan itu adalah "yang tersulit di dunia saat ini."

Tidak ada komentar:
Posting Komentar