Amerika Serikat akan menyepakati bantuan militer langsung kepada oposisi Suriah untuk pertama kalinya, menurut Gedung Putih.
Presiden Obama mengeluarkan keputusan itu
setelah pemerintah Amerika menyimpulkan bahwa pasukan Suriah di bawah
Presiden Bashar al-Assad menggunakan senjata kimia, kata juru bicara
Gedung Putih, Ben Rhodes.
Rhodes tidak memberikan rincian
tentang bantuan militer itu dan hanya mengatakan bantuan itu akan
"berbeda dalam cakupan dan skala dibandingkan yang kami berikan
sebelumnya".
Amerika sebelumnya memperingatkan bahwa penggunaan bahan kimia akan melewati batas.
Wartawan BBC Jim Muir di Beirut mengatakan
pengumuman Amerika itu adalah salah satu hal yang selama ini diupayakan
oposisi Suriah.
Tampaknya jelas bahwa Presiden Obama akhirnya
dapat dibujuk karena seperti yang dikatakan Inggris dan Prancis, konflik
di lapangan tidak boleh dibiarkan menguntungkan rezim Assad, kata Muir.
Pengumuman Washington itu disambut oleh sekretaris jendral NATO Anders Fogh Rasmussen.
Senjata kecil dan amunisi
"Yang mendesak adalah agar rezim Suriah
mengizinkan PBB menyelidiki semua laporan tentang penggunaan senjata
kimia," katanya dalam akun Twitter.
Pengumuman Gedung Putih soal senjata kimia itu
dikeluarkan pada hari yang sama saat PBB mengatakan jumlah korban yang
tewas dalam konflik Suriah Klik
lebih dari 93.000 orang.
Rhodes -wakil penasehat keamanan nasional Obama-
mengatakan komunitas intelijen Amerika Serikat percaya bahwa "rezim
Assad menggunakan senjata kimia, termasuk gas syaraf sarin dalam skala
kecil untuk menghadapi pihak oposisi dalam setahun ini".
Ia mengatakan para pejabat intelijen "sangat
yakin" atas penilaian mereka dan mereka juga memperkirakan antara 100
sampai 150 orang meninggal akibat serangan senjata kimia.
Rhodes mengatakan Presiden Obama mengambil
keputusan untuk meningkatkan bantuan termasuk "dukungan militer" kepada
Dewan Militer (SMC) dan Koalisi Oposisi Suriah.
Ia tidak memberikan rincian lebih lanjut namun
para pejabat seperti dikutip media Amerika mengatakan bantuan itu
kemungkinan besar termasuk senjata kecil dan amunisi.
(sumber: BBC Indonesia)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar