Pemerintah Malaysia menyatakan
keadaan darurat di dua wilayahnya karena polusi udara akibat kabut asap
yang disebabkan kebakaran hutan di Indonesia.
Kegiatan di dua kota pantai di negara bagian
Johor, Muar dan Ledang, dihentikan pada Minggu 23 Januari dan para
penduduk diminta agar berdiam di dalam rumah.
Indeks polusi udara atau API yang
tercatat di kedua wilayah tersebut pada hari Minggu melewati 700 dengan
standar di atas 300 memperlihatkan bahwa polusi udara sudah berada pada
tingkat berbahaya.
"Perdana Menteri sudah setuju menetapkan status
keadaan darurat di Muar dan Ledang untuk diberlakukan dengan segera,"
tutur Menteri Lingkungan dan Sumber Daya Malaysia, G. Palanivel, dalam
pesan Facebook-nya.
Sekolah-sekolah di kawasan itu diperintahkan untuk tetap tutup setelah Klik
murid-murid di Muar diminta meninggalkanKlik
sekolah pada hari Kamis (20/06), ketika API untuk pertama kalinya melewati angka 300.
Sementara itu di Kuala Lumpur, tingkat polusi masih belum tergolong bahaya namun daya pandang terbatas karena kabut asap.
Bukan yang pertama
Kabut asap yang melanda Malaysia dan Singapura
disebabkan oleh kebakaran hutan di Provinsi Riau dan wartawan BBC
Indonesia, Andreas Nugroho, yang meliput ke provinsi itu melaporkan
kondisi udara amat buruk.
Klik
Di Dumai, kondisi udara amat berbahayaKlik
pada hari Minggu dan pemerintah kota sudah meminta warga tetap tinggal di rumah atau mengenakan masker jika terpaksa ke luar rumah.
Kelompok pegiat lingkungan Greenpeace
International mengatakan sudah menganalisa data dari NASA yang
memperlihatkan ratusan titip api di kawasan konsesi perkebunan kelapa
sawait sepanjang tanggal 11 hingga 21 Juni.
Menteri Lingkungan Malaysia rencananya akan
bertemu dengan Menteri Lingkungan Indonesia untuk membahas masalah kabut
asap yang disebabkan oleh pembakaran hutan di Indonesia secara ilegal.
Masalah ini diperkirakan akan menjadi salah satu
pembahasan dalam pertempuan puncak ASEAN yang akan berlangsung di
Brunei pada awal Juli.
Bukan untuk pertama kalinya bencana kabut asap
dari Indonesia menyebar ke Singapura dan Malaysia. Tahun 1197-1998, API
pernah mencapai angka 860 akibat kebakaran hutan di Indonesia.
Saat itu beberapa negara Asia Tenggara terkena
dampaknya, seperti Indonesia, Malaysia, Singapore, Brunei, dan sebagian
kawasan selatan Filipina dengan kerugian ekonomi yang ditimbulkannya
diperkirakan mencapai US$9,3 miliar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar