Humas Polda Aceh AKBP Gustav Leo mengatakan para
penculik meninggalkan korban yaitu Malcolm Primrose, 62, di area
perkebunan kelapa sawit di Aceh Timur.
etelah para pelaku melepasnya, Primrose memberitahukan posisinya kepada polisi sebelum dijemput.
"Sudah dilepas di perkebunan milik PT Citra
Ganda Utama di Aceh Timur, kondisinya sehat. Korban dilepas di sana lalu
dijemput langsung oleh Kapolda," kata humas Polda Aceh AKBP Gustav Leo
pada BBC Indonesia.
Sementara para penculik melarikan diri dan kini tengah dikejar oleh aparat kepolisian.
Tebusan tidak dibayar
Sebelumnya, Rabu (13/06) malam, korban sempat Klik
menelepon keluarganya dan mengatakan bahwa penculiknya
meminta uang tebusan. Akan tetapi, kata Gustav, sebelum uang ini
diberikan mereka sudah melepaskan korban.
"Kemungkinan mereka (penculik) khawatir dan merasa takut karena kami turun dengan kekuatan penuh," kata Gustav.
Setelah melepas korban, para penculik langsung
melarikan diri lagi dan hingga saat ini polisi tetap melakukan
pengejaran kepada para penculik.
Primrose yang bekerja di PT Medco E&P Malaka
diculik Selasa (12/06) lalu dihadang dalam perjalanan dari lokasi
pengeboran saat mau kembali ke basecamp. Belum diketahui dari kelompok mana para penculik ini berasal.
Kedutaan Besar Inggris di Jakarta dalam
pernyataan yang diterima BBC mengatakan Primrose saat ini ditemani oleh
tim dari kantor kedutaan.
"Kami berterimakasih atas bantuan aparat dan dan pemerintah provinsi Aceh," kata pernyataan itu.
Setelah para pelaku melepasnya, Primrose memberitahukan posisinya kepada polisi sebelum dijemput.
"Sudah dilepas di perkebunan milik PT Citra
Ganda Utama di Aceh Timur, kondisinya sehat. Korban dilepas di sana lalu
dijemput langsung oleh Kapolda," kata humas Polda Aceh AKBP Gustav Leo
pada BBC Indonesia.
Sementara para penculik melarikan diri dan kini tengah dikejar oleh aparat kepolisian.
Tebusan tidak dibayar
Sebelumnya, Rabu (13/06) malam, korban sempat Klik
menelepon keluarganya dan mengatakan bahwa penculiknya
meminta uang tebusan. Akan tetapi, kata Gustav, sebelum uang ini
diberikan mereka sudah melepaskan korban.
"Kemungkinan mereka (penculik) khawatir dan merasa takut karena kami turun dengan kekuatan penuh," kata Gustav.
Setelah melepas korban, para penculik langsung
melarikan diri lagi dan hingga saat ini polisi tetap melakukan
pengejaran kepada para penculik.
Primrose yang bekerja di PT Medco E&P Malaka
diculik Selasa (12/06) lalu dihadang dalam perjalanan dari lokasi
pengeboran saat mau kembali ke basecamp. Belum diketahui dari kelompok mana para penculik ini berasal.
Kedutaan Besar Inggris di Jakarta dalam
pernyataan yang diterima BBC mengatakan Primrose saat ini ditemani oleh
tim dari kantor kedutaan.
"Kami berterimakasih atas bantuan aparat dan dan pemerintah provinsi Aceh," kata pernyataan itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar