Aktivis tunanetra itu kini tinggal di pengasingan di Amerika Serikat.
Chen Guangcheng yakin kehausan akan kebebasan
dan hak asasi di antara penduduk Cina pada akhirnya nanti akan
"mengakhiri pemerintahan otoriter".
Pemerintah Cina, lanjutnya, menghabiskan dana miliaran dolar per tahun untuk memantai para pembangkang dan aktivis.
"Tidak ada satu pun rezim di dunia yang
ketakutan atau memantau rakyat mereka sendiri dengan cara seperti itu,"
kata Chen dalam jumpa pers di Taiwan pada Senin (24/06).
Memuji Taiwan
Chen membuat marah para pejabat Cina karena mendokumentasikan keluhan-keluhan warga tentang aborsi paksa.
"Saya terkesan atas keberhasilan demokrasi Taiwan. Taiwan seharusnya bangga."
Chen Guangcheng
Ia berhasil melarikan diri dari tahanan rumah di Provinsi Shandong pada April 2012.
Pembangkang itu melarikan diri ke Keduataan
Besar Amerika Serikat di Beijing. Pemerintah Cina kemudian
mengizinkannya berpindah ke Amerika Serikat bersama istri dan anak-anak
mereka.
Dalam awal kunjungan di Taiwan, Chen juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat atas dukungan dan keprihatin mereka.
"Saya terkesan atas keberhasilan demokrasi Taiwan. Taiwan seharusnya bangga," tutur Chen.
Jadwal kegiatan Chen di Taiwan antara lain
meliputi pidato di parlemen dan mengadakan pertemuan dengan kelompok
oposisi dan hak asasi manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar